(untuk mu yang lama ku kenal)
maaf.....
cinta itu tlah lama mati, hampir setahun sudah cinta itu telah ku kuburkan. kini walau denganmu, aku merasa seolah sendiri tanpa cinta, tanpa rasa, tanpa sesuatu yang lebih.
usai cinta itu engkau dustai, aku menjadi seonggok jiwa berbalut raga yang protektif terhadap cinta.
iya....cinta yang tidak terikat oleh kenangan masa lalu. karena seyogyanya masa lalu itu milik setiap orang namun bukan berarti kita harus berjalan mundur.
kini...cinta berbalut kepercayaan sangat akku harapkan, bukan cinta dengan take n give semata. apalagi cinta yang masih di bayangi masa lalu........
sungguh ku terluka sangat dalam karena cintamu masih terjebak oleh kenangan masa lalumu yang engkau sembunyikan selama 3 tahun.
sungguh.....engkau adalah kenangan terburukku
Selasa, 25 Mei 2010
mulutmu dan hatiku
(untuk mu yang masih bersama ku)
di saat malam hadir dengan isyarat gelapnya, aku tenggelam dalam kata yang tertulis lewat kalam.............
takk perlu mulut berucap, jika hanya merangkai dusta dalam bingkai kebohongan yang terpajang indah di dinding keangkuhan............
biarkan kata terangkai dalam hati yang yang terucap lewat goresan kalam, tertuang dalam lembar usang ini..........
kadang mulut lebih dekat dengan kebohongan, tak heran jika banyak yang terjebak dengan ucapannya sendiri.......
nada mengalun mengusung irama, kata menari indah di panggung kehidupan, merangkai seonggok kalimat bernada sinis, menebas tanpa pedang dan menghukum tanpa dalih........
itulah kata, jika keluar tanpa pancaran hati yang fitrah
di saat malam hadir dengan isyarat gelapnya, aku tenggelam dalam kata yang tertulis lewat kalam.............
takk perlu mulut berucap, jika hanya merangkai dusta dalam bingkai kebohongan yang terpajang indah di dinding keangkuhan............
biarkan kata terangkai dalam hati yang yang terucap lewat goresan kalam, tertuang dalam lembar usang ini..........
kadang mulut lebih dekat dengan kebohongan, tak heran jika banyak yang terjebak dengan ucapannya sendiri.......
nada mengalun mengusung irama, kata menari indah di panggung kehidupan, merangkai seonggok kalimat bernada sinis, menebas tanpa pedang dan menghukum tanpa dalih........
itulah kata, jika keluar tanpa pancaran hati yang fitrah
miliki mu yang tak perna ada
(untuk mu yang masih bersama ku)
ketika kendi kasih retak, merembes sudah semua isinya melewati celah yang telah terukir....
jatuh di badan karang, hingga terhempas ke tepian pantai lalu menyatu dengan deburan ombak di laut......
saat itulah kerinduan menjadi tak bermakna, ianya hampa belaka......
ketika kendi kasih retak, merembes sudah semua isinya melewati celah yang telah terukir....
jatuh di badan karang, hingga terhempas ke tepian pantai lalu menyatu dengan deburan ombak di laut......
saat itulah kerinduan menjadi tak bermakna, ianya hampa belaka......
lirih ku merintih
ya allah....
guruaeeeee........
sampai kapan?
sampai kapan?
sampai kapan?
sapai kapan lingkar setan ini membelenggu raga ini? terlalu besar cobaan-Mu untuk harus ku lalui. ku tak sanggup lagi menatap hari esok, semua penglihatanku terhalang ribuan kesalahan yang telah ku lakukan.
jalan ini telah terhenti sejak dulu, ku tak percaya ternyata problem kemarin memasung hari esok kku nyang tlah hampir ku gapai.
kini bayangan hari esok bagiku hanyalah ibarat mimpi sang bocah di siang hari. di tambah cobaan yang Engkau berikan membuatku semakin terpojok dan tanpa arah
pupus sudah semua yang ku harapkan.
guruaeeeee........
sampai kapan?
sampai kapan?
sampai kapan?
sapai kapan lingkar setan ini membelenggu raga ini? terlalu besar cobaan-Mu untuk harus ku lalui. ku tak sanggup lagi menatap hari esok, semua penglihatanku terhalang ribuan kesalahan yang telah ku lakukan.
jalan ini telah terhenti sejak dulu, ku tak percaya ternyata problem kemarin memasung hari esok kku nyang tlah hampir ku gapai.
kini bayangan hari esok bagiku hanyalah ibarat mimpi sang bocah di siang hari. di tambah cobaan yang Engkau berikan membuatku semakin terpojok dan tanpa arah
pupus sudah semua yang ku harapkan.
Rabu, 12 Mei 2010
cerita untuk 2804101530
hari Q kembali diary....
saat hilang cinta itu, Q menemukan hati yang layak untuk Q titipkan cinta ini. tapi sayang hati itu berada di balik jeruji dan mustahil untuk bisa Q miliki. Q harus mengakui kebenaran ini, bahwa sulit bagi Q untuk jatu cinta setelah sakit hati kemarin yg Q alami.
sakit hati itu mengubah Q menjadi sosok yg protektif dan sensitif. walau ia(nya) di sisi Q, namun bagi Q seolah tak Qrasakan kehadiran(nya).
sejujurnya.....hati yang lain, yg ingin Q miliki adalah hati yg terpenjara, adalah hati yg pernah terjatuh, adalah hati yang kini nelangsa....namun sayang........hati itu tak pantas untuk ku genggam...........biarkan ia menjadi rahasia hati yg kelak Q bawah bersama saat panggilan itu tiba.
untuk hati itu, Q berterima kasih karena pengakuan kemarin. biarlah Qta menyatuh dalam ikatan saudara (adiQ kakaQ) karena hanya lewat ikatan itulah Qta bisa bersama terus dalam setiap sapaan yang memuji dan merindu. biarkan rasa cinta yg ada dalam hati Qta terkubur bersama waktu.
*I LOVE U dalam rindu yang terpasung*
saat hilang cinta itu, Q menemukan hati yang layak untuk Q titipkan cinta ini. tapi sayang hati itu berada di balik jeruji dan mustahil untuk bisa Q miliki. Q harus mengakui kebenaran ini, bahwa sulit bagi Q untuk jatu cinta setelah sakit hati kemarin yg Q alami.
sakit hati itu mengubah Q menjadi sosok yg protektif dan sensitif. walau ia(nya) di sisi Q, namun bagi Q seolah tak Qrasakan kehadiran(nya).
sejujurnya.....hati yang lain, yg ingin Q miliki adalah hati yg terpenjara, adalah hati yg pernah terjatuh, adalah hati yang kini nelangsa....namun sayang........hati itu tak pantas untuk ku genggam...........biarkan ia menjadi rahasia hati yg kelak Q bawah bersama saat panggilan itu tiba.
untuk hati itu, Q berterima kasih karena pengakuan kemarin. biarlah Qta menyatuh dalam ikatan saudara (adiQ kakaQ) karena hanya lewat ikatan itulah Qta bisa bersama terus dalam setiap sapaan yang memuji dan merindu. biarkan rasa cinta yg ada dalam hati Qta terkubur bersama waktu.
*I LOVE U dalam rindu yang terpasung*
Minggu, 07 Maret 2010
Q kembali
menyesal ku mengenal cinta ini
ia.....cinta yang menyiksa
ia....cinta yang tak pasti
ia....cinta yang membuatku terkubur dalam lumur hitam
ia....cintanya terlalu pekat.......
jujur..........
Lingkar setan ini masih memasungku dalam kebebasan ini.......
KU TERSIKSA
KU PENUH DOSA
ia.....cinta yang menyiksa
ia....cinta yang tak pasti
ia....cinta yang membuatku terkubur dalam lumur hitam
ia....cintanya terlalu pekat.......
jujur..........
Lingkar setan ini masih memasungku dalam kebebasan ini.......
KU TERSIKSA
KU PENUH DOSA
Senin, 15 Februari 2010
sore mencekam
hhhhhhhhhhhhhhhhhh..............ku tak tahu lagi harus bagaimana.........banyak cerita yang sudah ku rangkai, banyak kata yang sudah ku ucap, banyak sikap yang sudah ku buat tapi ianya adalah hampa belaka.....tak bermakna. aku yang kini tertawa dalam keterpurukan batin hanya bisa menangis dalam hati....pedih namun tak nampak pada roman muka yang kian keropos ini.
sungguh ku tak tahu harus memulai langkah dari mana, semua seolah gelap untuk harus ku ayunkan kaki ini. Ya Allah...............andaikan kematian itu lebih berarti bagiku maka tolong utus malaikat-Mu di ujung belokan nanti sebelum persimpangan, ku tak sanggup menatap hari esok ku yang mungkin lebih parah dari sekarang, yang mungkin lebih nista dari sekarang, yang mungkin lebih konyol dari sekarang.......Tuhan aku tak sanggup.......
merintih ku dalam batin, maaffffffffffff.............ku kesakitan di malam purnama ke tujuh......
sungguh ku tak tahu harus memulai langkah dari mana, semua seolah gelap untuk harus ku ayunkan kaki ini. Ya Allah...............andaikan kematian itu lebih berarti bagiku maka tolong utus malaikat-Mu di ujung belokan nanti sebelum persimpangan, ku tak sanggup menatap hari esok ku yang mungkin lebih parah dari sekarang, yang mungkin lebih nista dari sekarang, yang mungkin lebih konyol dari sekarang.......Tuhan aku tak sanggup.......
merintih ku dalam batin, maaffffffffffff.............ku kesakitan di malam purnama ke tujuh......
Langganan:
Postingan (Atom)